Sabtu, 29 Oktober 2011

PENELITAN PADA PEMBELAJARAN SAINS

Sabtu, 29 Oktober 2011

    Untuk mengadakan penelitian pada pembelajaran sains, kita perlu mengidentifikasi permasalahan-permasalahan yang ada dalam pembelajaran sains.  Sumber-sumber permasalahan dalam pendidikan sains dapat diperoleh dari :
1).  Kurikulum pembelajaran sains
Adanya kurikulum yang hanya berorientasi pada pencapaian target penyampaian materi merupakan sumber masalah. Karena pada hakikatnya, sains adalah kumpulan produk, proses dan sikap ilmiah, namun pada kenyataannya, sering kurikulum hanya berorientasi pada produk saja tanpa memperhatikan proses dan sikap ilmiah. Untuk itu, seharusnya kurikulum bersifat luwes, berorientasi pada pencapaian ketuntasan pemahaman peserta didik (bukan hanya pada pencapaian target penyampaian materi). Selain itu, kurikulum yang selalu berubah yang dapat mempengaruhi aspek psikologis guru dan siswa juga merupakan sumber masalah. Karena dengan adanya kurikulum yang selalu berubah, akan membingungkan guru dan siswa. Tetapi, apabila kurikulum berubah demi perkembangan ke arah yang lebih baik, guru dan siswa seharusnya mengikuti perubahan dan perkembangan itu.
2).  Siswa dan perbuatan dalam belajar
Adanya siswa yang belum memiliki kemampuan yang baik, baik dalam hal akademik maupun kreativitasnya merupakan sumber masalah. Mengkaji konteks kehidupan siswa sehari-hari (keluarga, termpat tinggal, social, budaya, masyarakat, organisasi soaial, dsb.) secara cermat adalah salah satu upaya untuk memahami konteks kehidupan siswa sehari-hari. Perbuatan siswa dalam belajar juga merupakan sumber masalah. Siswa yang memiliki karakteristik sendiri-sendiri, memiliki perbuatan belajar yang berbeda-beda. Ada siswa yang rajin, selalu memperhatikan guru dalam waktu pembelajaran, siswa yang kreatif dan sebagainya. Namun ada juga yang sebaliknya, yang masa bodoh dalam belajar.
3). Guru dan perbuatan dalam mengajar
Adanya guru yang belum berwawasan luas, belum memiliki kreativitas tinggi, belum memiliki ketrampilan metodologis yang handal, belum memiliki ketrampilan penggunaan strategi pembelajaran, belum memiliki rasa percaya diri yang tinggi, dan belum berani mengemas dan mengembangkan materi merupakan sumber masalah. Untuk mendapatkan hasil yang baik dalam proses pembelajran diperlukan guru yang berwawasan luas, memiliki kreativitas tinggi, memiliki ketrampilan metodologis yang handal, memiliki ketrampilan penggunaan strategi pembelajaran, memiliki rasa percaya diri yang tinggi, dan berani mengemas dan mengembangkan materi.
4). Lingkungan pembelajaran
Adanya suasana pembelajaran dan pengalaman belajar yang kurang menyenangkan dan kurang bermakna adalah sumber masalah. Selain itu, belum adanya sarana dan prasarana yang lengkap yang dapat menunjang pembelajaran, juga merupakan sumber masalah. Permasalahan sarana prasarana itu antara lain : bahan bacaan atau sumber informasi belum banyak dan bervariasi, belum tersedianya buku pelajaran, alat laboratorium/praktek, ruang belajar dan perabotannya. Untuk mendapatkan hasil yang baik dalam pembelajaran, suasana pembelajaran dan pengalaman pembelajaran di buat menarik, menyenangkan dan bermakana. Selain itu, untuk mendapatkan hasil yang baik dalam pembelajaran, sarana dan prasarana yang dapat menunjang proses pembelajaran seharusnya dipenuhi.
5). Penilaian pembelajaran sains
Adanya penilaian pembelajaran yang belum menyeluruh dan belum memenuhi semua hakikat sains adalah sumber masalah. Penilaian pembelajaran yang terjadi pada kehidupan sehari-hari kebanyakan hanya nenilai pada aspek kognitif saja, tanpa memperhatikan psikomotor dan afektif. Untuk itu, perlu diadakannya penilaian pembelajaran yang menyeluruh (komnprehensif) yang menyangkut aspek kognitif, psikomotor dan aspek afektif. Sehingga penilaian sudah dilaksanakan sesuai hakikat dan karakteristik sains.


Dari beberapa sumber permasalahn pada pembelajaran sains di atas, tidak semua masalah dapat diangkat menjadi kegiatan penelitian. Pertimbangan untuk memilih atau menentukan apakah suatu masalah layak dan sesuai untuk diteliti, pada dasarnya dilakukan dari dua arah, yaitu : dari arah masalahnya dan dari arah calon peneliti.
1). Pertimbangan dari arah masalahnya (Pertimbangan objektif)
Dari sudut pandang objektif, pertimbangan akan dibuat atas dasar:
a).  sejauh mana penelitian mengenai masalah yang bersangkutan akan memberi sumbangan kepada pengembangan teori dalam bidang yang bersangkutan dengan dasar teoritis penelitiannya,
b). penelitian dilkukan untuk pemecahan masalah-masalah praktis yang sangat urgen yang harus segera dicarikan solusinya.
c). pemilihan dipertimbangkan dari sisi kemudahan pencarian data dan analisisnya.
d). pemilihan dipertimbangkan apakah akan terdapat dampak etika, moral, dan politik yang berkaitan dengan masalah penelitian. Kalau masalah penelitian dimungkinkan akan berdampak terhadap etika, moral dan politik, seyogyanya dihindari, walaupun pada dasarnya penelitian adalah bebas nilai.
2). Pertimbangan dari arah calon peneliti (pertimbangan subjektif)
Dari sisi subjektif, perlu dipertimbangkan apakah masalah itu sesuai dengan calon peneliti. Sesuai atau tidaknya suatu masalah itu untuk diteliti terutama bergantung kepada apakah masalah tersebut managable atau tidak oleh calon peneliti. Managability itu terutama dilihat dari lima segi yaitu : 
a). biaya yang tersedia
b). waktu yang digunakan
c). alat dan perlengkapan yang tersedia
d). bekal kemampuan teoritis
e). penguasaan metode yang diperlukan.
Namun demikian, kendala manajerial tersebut dapat pula menjadi tantangan yang harus diselesaikan oleh peneliti, yang kadang-kadang membuat peneliti lebih maju daripada sebelumnya.



Related Posts



0 komentar:

Posting Komentar

 
Powered By Blogger
FREE EBOOK
Software Download Computer Tips
Computer Tips 4 Free
Copyright © Joule | Powered by Blogger | Template by Blog Go Blog